Category Archives: Poetry

Ada Surga di Rumahmu

Ini adalah kisah tentang orang tua kita. Ini adalah kisah tentang surga.

Surga mencintai kita setiap hari.

Surga bernama Ibu, Bunda, atau Ummi.

Surga menjunjung kita tinggi di bahunya.

Surga yang kita panggil Bapak, Ayah, atau Abuyya.

Kau cari surga sampai jauh. Melampaui dirimu.

Padahal surga ada di tapak Ibu. Ia ada di senyum Ayah.

SURGA kelak adalah bagaimana surgamu kini.

SURGA itu dekat. Dekat sekali.

Tapi kau mencarinya sampai jauh.

Puisi ini adalah pembukaan novel Ada Surga di Rumahmu, yang Insya Allah akan diterbitkan oleh Noura Books di bulan Ramadhan. Kisah novel ini berpijak pada jalan hidup Ustad Ahmad Al Habsyi, seorang ustad yang hampir selalu mengajarkan ilmu surga ini di setiap ceramahnya. Bahwa surga itu dekat. Surga itu tak pernah jauh.

Aku masih ingat

Hampir 11 tahun yang lalu
Tak banyak yang aku ingat

Tapi aku masih ingat
Getar bibirku
Saat runduk hadap ayah bunda
Memohon dinikahkan dengannya

Aku masih ingat
Suaranya yang mantap
Walau hilang timbul
Saat mengucap ijab kabul

Aku masih ingat
Senyumnya lebar dan gemetar
Bersyukur demikian rupa
Atas janin pertama rahimku
Dan kabut air di matanya
Sesaat melafazkan adzan
‘Tuk sulung kami
Yang 5 tahun kami nanti

Aku masih ingat
Naifnya yakinku
Bahwa ialah bagian kecil Tuhan
Yang diperuntukkan lengkapi aku

Tak banyak yang aku ingat

Namun yang terindah
Akan selalu kuingat

Karena kuingin tempuh
11 tahun lagi bersamanya
Dan banyak tahun lagi
Dan banyak tahun lagi

Sudirman, 20 Januari 2010

16 minggu

Janinku
16 minggu usiamu
Mungkin bak sekepal jari
Besar tubuhmu

Seluruh simpul syarafmu
riuh berserabut diri
alirkan darah
tiupkan udara
biaskan cahaya

Tak lama lagi
Rohmu akan hadir
Memenuhi relung tulangmu
Menggaungkan pesan Rabbmu

Calon anakku
Kupanjatkan harap
Engkau terlahir sempurna
Seindah kakak-kakakmu

Dan bertiga
Kalian akan jadi guru hidupku
Tuntunan langkahku

Selamat datang dalam hidupku, malaikatku

Sudirman, 6 Januari 2010

Besok hari ibu

Besok hari ibu

Malam ini kutidurkan anak-anakku
Disertai doa agar esok
aku dikarunia lebih kesabaran
pengertian
kehangatan
dan kedewasaan

untuk mendampingi anak-anakku
melihat dunia dengan mata mereka
menerima ilmu dengan akal mereka
memahami hidup dengan hati mereka

untuk mengajarkan anak-anakku
mengejar harapan dengan seluruh kekuatan
menerima kekalahan dengan kebesaran hati
mensyukuri kemenangan dengan doa

Karuniai aku Tuhanku
dengan berkali-kali hari ibu lagi
untuk menyaksikan anak-anakku tumbuh
menjadi insan yang berbelas kasih
manusia bersahaja nan bahagia
anak-anak surgaMu

Depok, 21 Desember 2009