GIVEAWAY: Novel Ada Surga di Rumahmu

Ini adalah kisah tentang orangtua kita. Ini adalah kisah tentang surga. Surga mencintai kita setiap hari. Surga bernama Ibu, Bunda, atau Ummi. Surga menjunjung kita tinggi di bahunya. Surga yang kita panggil Bapak, Ayah, atau Abuyya. Kau cari surga sampai jauh. Melampaui dirimu. Padahal surga ada di tapak Ibu. Ia ada di senyum Ayah. SURGA kelak adalah bagaimana surgamu kini. SURGA itu dekat. Dekat sekali. Tapi kau mencarinya sampai jauh.

sUf-q4i3

Novel terbaru saya ini (sinopsisnya ada di sini) buat kamu kalau kamu:

  1. Tinggal di Indonesia.
  2. Follow akun twitter @JaumilAurora dan @NouraBooks.
  3. Follow blog ini.
  4. Ceritakan kisahmu yang paling berkesan dengan ibu atau ayahmu. Sertakan fotomu bersama orangtuamu (boleh foto dengan salah satu, boleh juga dengan dua-duanya). Kamu boleh cerita di blog kamu, boleh juga beri komen di kolom di bawah ini. Kalau ceritamu ada di blog, mention linknya ke twitter saya dan @NouraBooks.
  5. Sebarin informasi giveaway ini di twitter dengan hestek #GAnovelASDR. Mau mention temenmu boleh, nggak juga nggak apa-apa.
  6. Menyertakan ceritamu (dan fotonya, ya!) paling lambat 14 Juli 2014 pk 23.59.
  7. Dan saya nyatakan sebagai pemilik cerita yang paling keren.

Insya Allah tanggal 19 Juli sudah akan ada 3 nama pemenang yang mendapatkan novel bertandatangan saya (ongkir akan saya tanggung).

Selamat menceritakan surgamu! Salam cinta.

Advertisements

Ada Surga di Rumahmu: akhirnya naik cetak juga!

 

Gambar milik @NouraBooks


Mudah-mudahan novel ini akan beredar di toko-toko buku sebelum Ramadhan, diterbitkan oleh Noura Books dan akan segera difilmkan oleh Mizan Productions. Kisahnya terinspirasi dari cerita dan cinta Ustad Ahmad Al-Habsyi kepada Umi dan Abuya-nya. Terima kasih banyak, Ustad Ahmad dan Noura Books.

Novel ini saya tulis dalam 7 draf selama 4 bulan. Draf 2 dan 3 bahkan benar-benar ditulis ulang. Jadi, teman-teman penulis, jangan putus asa dulu kalau harus revisi sedikit di sana-sini. Saya pernah menghadapi seseorang yang baru diminta merevisi sinopsis 2-3 halaman saja udah mutung. Lah, gimana mau menerbitkan novel atau menulis skenario 80-100 halaman? Bahkan seseorang sekelas Ernest Hemingway aja butuh menuliskan 47 versi untuk penutup novelnya. Alasannya: beliau hanya berusaha mencari kata-kata yang tepat aja.

Buat yang sedang menulis, sabar ya. I know you can do it. Aamiin.

Ada Surga di Rumahmu

“Kau tahu kenapa aku ingin sekali kau jadi orang? Aku berutang nyawa pada ayahmu, Ramadhan. Dia telah berjihad membuatku tetap bisa mengajar! Dan hanya dengan meneruskan perjuangan dakwahku, kau bisa melunaskan utangku itu. Kau mengerti?”

Bertahun-tahun wasiat terakhir Buya Athar, ulama besar Palembang itu, bertalu-talu mengetuk hati Ramadhan. Bagaimana mungkin dia meneruskan dakwah guru yang juga pamannya itu? Sedangkan dia masih harus berjibaku menaikkan harkat keluarganya yang miskin dan diinjak-injak orang. Bahkan ia memilih remuk hati meninggalkan Kirana, kekasihnya, karena uminya dihina ibu Kirana. 

Umi, Abuya, serta keenam saudaranya adalah surga hati Ramadhan yang lebih penting dari cinta dan kariernya. Demi surganya itu, saat SD dia bahkan pernah jadi pemulung dan apa saja untuk membahagiakan mereka. Termasuk ketika akhirnya dia dijagokan jadi model iklan di Jakarta. Namun Ramadhan tak mampu juga mengabaikan pesan pamannya, guru yang amat ia cintai dan sudah seperti Abuya-nya sendiri. Apa gerangan jihad yang dilakukan ayahnya sampai Buya Athar sangat ingin Ramadhan meneruskan dakwahnya?  Akankah Ramadhan mampu terus menyalakan cahaya di surga kecilnya? Bagaimana pula dengan impian cintanya, yang kelak dia harapkan menambah semarak surga itu?

 

 

Hidup itu persis dorong mobil di tanjakan

Gambar diambil dari: http://www.langitberita.com/wp-content/uploads/2014/01/12MENIT0121.jpg
Gambar diambil dari: http://www.langitberita.com/wp-content/uploads/2014/01/12MENIT0121.jpg

 

Tara diam menatap tanah. Matanya berkedip-kedip.

“Kadang-kadang, hidup itu, ya, kayak gitu, Dek. Kayak dorong mobil di tanjakan,” jelas Opa, “Susah. Berat. Capek. Tapi, kalau terus didorong, dan terus didoain, Insya Allah akan sampai.”

Tara masih diam. Dia tak tahu ke mana arah pembicaraan itu menuju. Dia memutuskan untuk tak bekerja sama.

“Nah, sekarang,” lanjut Opa, “kamu punya pilihan. Mau terus dorong sampai lewat tanjakan, atau mau lepas saja?”

Mata Tara lurus ke tanah. Tak berkedip; menandakan kekerasan hati. Tak lama, dia angkat kepalanya. Dia tatap Rene lurus-lurus, lalu dia tatap Opa. Tatapannya melembut. Dia tersenyum kecil. Jemarinya meraih sesuatu di balik kerudungnya: alat bantu dengarnya. Alat itu dia lepas dan letakkan di tanah.

“Aku lepas saja,” jawabnya. Singkat. Dingin.

(dari Novel 12 Menit, halaman 160)

Ada Surga di Rumahmu

Ini adalah kisah tentang orang tua kita. Ini adalah kisah tentang surga.

Surga mencintai kita setiap hari.

Surga bernama Ibu, Bunda, atau Ummi.

Surga menjunjung kita tinggi di bahunya.

Surga yang kita panggil Bapak, Ayah, atau Abuyya.

Kau cari surga sampai jauh. Melampaui dirimu.

Padahal surga ada di tapak Ibu. Ia ada di senyum Ayah.

SURGA kelak adalah bagaimana surgamu kini.

SURGA itu dekat. Dekat sekali.

Tapi kau mencarinya sampai jauh.

Puisi ini adalah pembukaan novel Ada Surga di Rumahmu, yang Insya Allah akan diterbitkan oleh Noura Books di bulan Ramadhan. Kisah novel ini berpijak pada jalan hidup Ustad Ahmad Al Habsyi, seorang ustad yang hampir selalu mengajarkan ilmu surga ini di setiap ceramahnya. Bahwa surga itu dekat. Surga itu tak pernah jauh.

Novel Hijabers in Love – COMING SOON

Ini namanya afirmasi, karena novelnya sendiri belum selesai. Baru sampai halaman ke 80. Padahal akhir bulan ini sudah harus selesai, karena Insya Allah akan diterbitkan sebelum Ramadhan.

Karena skenario filmnya (bisa lihat teasernya di sini) saya yang tulis, saya menawarkan diri ke Daeng @ichwan persada untuk menuliskan novelnya. Insya Allah akan berusaha sekuat daya menghargai janji.

Foto ini diambil dari: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=605337512892551&set=pb.605336942892608.-2207520000.1400736643.&type=3&theater
Foto ini diambil dari: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=605337512892551&set=pb.605336942892608.-2207520000.1400736643.&type=3&theater

Sedikit tentang ceritanya:

Hijabers in Love berkisah tentang seorang gadis bernama Annisa yang suatu hari termotivasi mengenakan hijab. Motivasinya adalah demi menarik perhatian seorang cowok. Ananda, namanya. Kenapa harus dengan hijab? Karena Ananda adalah Ketua ROHIS.

Annisa mengenakan hijab, bahkan masuk ROHIS. Setelah beberapa lama, Annisa menyadari bahwa sepertinya Ananda sama sekali nggak tertarik padanya. Cowok itu sepertinya malah diam-diam menyimpan rasa untuk Jelita, sahabat Annisa.

Cinta segitiga.

Cinta remaja.

Cinta seorang gadis berhijab.

Bagaimanakah akhirnya?

Saya juga belum tau. Belum selesai, sih. Hehe..

(Nggak) mirip Central Perk

Setahun yang lalu, saat lagi merencanakan desain yang mau dipakai di Ranah Kopi, yang terpikir oleh saya cuma satu: CENTRAL PERK! Inget nggak sama Central Perk? Itu lho, cafe di film seri Friends. Yang ini, nih:

Central Perk
Gambar diambil dari: http://televixen.files.wordpress.com/2009/02/central-perk.jpg

Menurut saya, sih, desain ini keren banget. Hangat, meriah, tapi nggak norak. Saya juga nggak tau ini gaya apa, mungkin eklektik, mungkin vintage. Nggak paham lah, ya. Tapi, kira-kira kayak gitulah saya kepengennya gaya Ranah Kopi nanti.

Masalahnya, kalau mau sama persis berarti banyak perabotan yang harus dibuat dulu, sedangkan waktunya nggak cukup. Kalau mau kejar tayang, apa yang kita temukan saat berburu harus dicocok-cocokin dengan tema itu.

Nah, karena semangatnya Muadzin adalah menggunakan barang-barang bekas (reduce-reuse-recycle, pernah dibahas di sini), kami memang hampir tidak pernah beli perabotan baru. Perabot bekas yang masih bagus, kami poles dan bersihkan saja. Kain-kain kursi yang sudah jebol dan kumal, kami ganti dengan yang baru.

Dan, beginilah jadinya. Nggak mirip Central Perk, tapi not bad lah, ya.

1385631_662849097082826_1781547475_n photo(2)photo(5)photo(1)
photo(6)

 

A piece of the universe. A piece of GOD.